Minggu, 16 April 2017

DESKRIPSI TUGAS PENGANTAR ANIMASI DAN DESAIN GRAFIS



DESKRIPSI TUGAS PENGANTAR ANIMASI DAN DESAIN GRAFIS

DISUSUN OLEH:
Nama : Roby Syaifur Rahman
NPM   :19114765
Kelas : 3 KA38


PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2016/2017

1.      Pengertian Animasi

Animasi berasal dari bahasa inggris “animate” = menghidupkan, dan menggerakan benda mati. Animasi merupakan proses membuat objek yang asalnya suatu benda mati secara berurutan dalam posisi yang berbeda seolah-olah menjadi hidup/ bergerak. Animasi adalah suatu teknik yang banyak sekali digunakan dalam dunia film dewasa ini, baik sebagai suatu kesatuan yang utuh, bagian dalam suatu film maupun bersatu dalam film live. Film biasanya dipakai untuk merekam suatu keadaan atau mengemukakan sesuatu atau bias digunakan untuk memenuhi suatu kebutuhan umum yaitu mengkomunikasikan gagasan, pesan atau kenyataan. Kata animasi itu sendiri sebenernya penyesuaian dari kata animation yang berasal dari kata dasar to animate dalam kamus umum Inggris – Indonesia berarti menghidupkan. Secara umum animasi adalah suatu kegiatan menghidupkan menggerakan benda mati, suatu benda mati diberikan dorongan kekuatan, semangat dan emosi untuk menjadi hidup dan bergerak atau hanya berkesan hidup. Sejak zaman dahulu manusia telah mencoba menganimasi gerak gambar binatang mereka, seperti yang ditemukan oleh para ahli purbakala di gua Lascaux Spayol Utara, yang sudah berumur sudah dua ratus tahun labih, mereka mencoba menangkap gerak cepat lari binatang seperti celeng, bison atau kuda dengan digambarkan dengan delapan kaki dalam posisi yang berbeda dan bertumpuk.

Secara Umum
            Animasi tersendiri atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film animasi adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak, Animasi (Animation) adalah rangkaian proses dimana setiap fram dari sebuah film diproduksi satu per satu. Animation Character adalah satu aspek khusus dalam proses pembuatan animasi. Hal ini seperti menciptakan mahkluk hidup. 

Contoh animasi yaitu Crayon Shin-chan (クレヨンしんちゃん ) adalah serial manga dan anime karya Yoshito Usui . Di Indonesia mungkin nama Shinchan bukanlah nama yang asing didengar. Bagaimana tidak, semenjak penulis lahir di tahun 90-an serial anime Shinchan sudah tayang di salah satu stasiun TV swasta di Indonesia. Berhembus kabar bahwa, sang penulis Yoshito Usui terinspirasi untuk menulis kisah Crayon Shinchan dari seorang ibu bernama Misae yang sangat merindukan anak laki-lakinya yang bernama Shinosuke. Shinosuke meninggal pada usia 5 tahun karena kecelakaan. Diceritakan bahwa saat itu Shinosuke dan adiknya tengah berjalan-jalan. Entah apa yang berikutnya terjadi adik dari Shinosuke mermain ke jalanan dan nyaris saja tertabrak mobil. Kemudian Sang kakak Shinosuke dengan sigap menyelamatkan adiknya. Namun, naas mobil melaju dengan kencang sehingga Shinosuke dan adiknya harus merenggang nyawa. Ayah dan ibu Shinosuke yang sedih atas kematian anaknya menemukan sebuah krayon milik Shinosuke didalam mobilnya. Konon, hal tersebutlah yang mendasari Yoshito Usui memberikan judul “Crayon Shinchan”.

2.      Prinsip Dasar Animasi
Jenis – jenis animasi, dilihat dari tehnik pembuatannya animasi yang ada saat ini dapat dikategorikan menjadi 3 yaitu :
a.      Animasi Stop-Motion(Stop Motion Animation)
b.      Animasi Tradisional (Traditional animation)
c.       Animasi Komputer (Computer Graphics Animation)

Dibawah ini merupakan 12 prinsip / syarat animasi agar animasi terlihat  seperti nyata :
1)      Timing (Waktu)
Ini menentukan apakah gerakan tersebut alami atau tidak.  Grim Natwick, seorang animator Disney pernah berkata, “ Animasi adalah tentang timing dan spacing”. Timing adalah tentang menentukan waktu kapan sebuah gerakan harus dilakukan sementara spacing adalah tentang menentukan percepatan dan perlambatan dari bermacam-macam jenis gerak.

2)      Ease In dan Ease Out (Percepatan dan perlambatan)
Prinsip ini juga paling banyak digunakan dalam animasi, slow in dan slow out menegaskan bahwa setiap gerakan  memiliki percepatan dan perlambatan yang berbeda-beda.

3)      Arcs (Lengkungan)
Pada animasi, system pergerakan tubuh pada manusia, binatang, atau makhluk hidup lainnya bergerak mengikuti pola/jalur (maya) yang disebut Arcs. Sebagai contoh Arcs ditunjukkan pada lintasan tangan saat melempar bola dan lintasan gerak bola di udara.

4)      Folloew Through and Overlapping Action (Gerakan penutup sebelum benar-benar diam)
Follow through adalah tentang bagian tubuh tertentu yang tetap bergerak meskipun seseorang telah berhenti bergerak dan Overlapping action adalah serangkain gerakan yang saling mendahului
.
5)      Secondary Action (Gerakan Pelengkap)
Secondary Action adalah gerakan-gerakan tambahan yang dimaksudkan untuk memperkuat gerakan utama supaya sebuah animasi tampak lebih realistic.

6)      Squash and Strecth (Kelenturan suatu Objeck)
Squash and stretch adalah upaya penambahan efek lentur (plastis) pada objek atau figus sehingga seolah-olah ‘memuai’ atau ‘menyusut’ sehingga memberikan efek gerak yag lebih hidup.

7)      Exaggeration (Melebih-lebihkan)
Exaggeration merupakan upaya mendramatisir animasi dalam bentuk rekayasa gambar yang bersifat hiperbolis.

8)      Straight Ahead and Pose to Pose
Straight Ahead and Pose to Pose yaitu pembuatan animasi oleh seorang animator dengan cara menggambar hanya pada keyframe-keyframe tertentu saja, selanjutnya in-between atau interval antar keyframe digambar dan dilanjutkan oleh asisten / animator lain.

9)      Anticipation (gerakan Pendahulu)
Anticipation boleh dianggep sebagai persiapan / awalan gerak atau ancan-ancang, film animasi yang dibuat banyak keganjilan dan keanehan karena kurang pahamnya animator dengan prinsip ini.






10)  Staging (Bidang Gambar)
Staging dalam animasi meliputi bagaimana ‘lingkungan’ dibuat untuk mendukung suasana atau ‘mood’ yang ingin dicapai dalam sebagian atau keseluruhan scene. Staging adalah sudut pengambilan gambar seperti memperbesar muka tokoh untuk memperlihatkan kesedihannya, mengambil dari jarak jauh untuk memperlihatkan kemewahan suatu rumah, mengambil dari atas untuk memberi kesan ada seseorang yang mengintip, dan sebagainya.

11)  Personality (Penjiwaan Karakter)
Membuat sedetail mungkin kepribadian seorang tokoh misalkan tanggal lahir, hobi, sifat baik dan jahat. Penjiwaan karakter akan membuat penonton mengenali karakter tersebut.

12)  Appeal (Daya Tarik Karakter)
Appeal berkaitan dengan keseluruhan look atau gaya visual dalam animasi.

Ditemukan prinsip dasar animasi adalah dari karakter mata manusia yaitu : persistence of vision (pola penglihatan yang teratur).
Paul Roget, Joseph Plateau dan Pierre Ddesvigenes melalui peralatan optic yang mereka ciptakan berhasil membuktikan bahwa mata manusia cenderung menangkap urutan gambar-gambar pada tenggang waktu tertentu sebagau suatu pola.
Jadi dapat disimpulkan bahwa ada 12 prinsip animasi yang perlu diketahui oleh animator sehingga tidak membuat animasi asal jadi, asal bergerak dan Fungsi dari prinsip animasi adalah agar setiap animasi yang dibuat kelihatan menarik, dramatis, dengan gerakan yang alami.

Referensi :






3.      Storyboard dan Stop-motion
 Storyboard adalah cerita yang digambarkan secara visual panel demi panel, seperti komik, namun dilengkapi dengan keterangan mengenai dialog, suara, arah gerakan, waktu dan bahasa kamera.
Storyboard digunakan untuk pravisualisasi film, animasi, motion graphic atau media interaktif termasuk website interaktif, dikembangkan oleh Walt Disney studio pada awal 1930-an.
Berfungsi sebagai pratinjau dan sebagai script visual untuk :
·         Sudut Kamera
·         Lighting
·         Sound Effect
·         Pengaturan adegan
·         Pengaturan proporsi
·         Menyinambungkan cerita
·         Mempermudah proses produksi yang akan dilakukan
Stop-motion
Stop-motion Animation sering disebut juga dengan Claymation karena dalam perkembangannya, jenis animasi ini sering menggunakan clay (tanah liat) sebagai objek yang digerakkan.
Tehnik stop-motion animasi pertama kali ditemukan oleh Stuart Blakton pada tahun 1906; yaitu dengan menggambar ekspresi wajah sebuah tokoh kartun pada papan tulis, diambil gambarnya dengan still camera, kemudia dihapus untuk menggambar ekspresi wajah selanjutnya,
Tehnik stop-motion animasi ini sering digunakan dalam visual effect.
Jenis Animasi Stop-motion :
·         Tanah Liat (Clay)
·         Guntingan (Cutout)
·         Gambar (Graphic)
·         Aktor Hidup (Pixilation)
·         Wayang (Puppet)
·         Bayangan (Silhouette)
Contoh pembuatan Stop-motion dari youtube yang sangat terkenal : https://www.youtube.com/watch?v=ij3IbplMisA
Tanah Liat (Clay)
Sering disingkat claymation, ini adalah jenis animasi stop-motion di mana masing-masing bagian animasi, baik objek karakter atau latar belakang, menggunakan "deformasi bentuk “ dengan bahan elastis seperti tanah liat.
Secara teknis, animasi tanah liat dimulai pada waktu singkat setelah penemuan zat mirip tanah liat yang disebut plastisin. Plastisin diciptakan pada tahun 1897, dan salah satu film pertama yang menggunakan bahan itu pada tahun 1902 dengan menggunakan tanah liat untuk boneka petir. Dan menjadi langkah pertama untuk animasi tanah liat, tapi enam tahun kemudian barulah muncul sebuah film animasi yang benar benar menggunakan boneka tanah liat. Yakni ketika film “A Sculptor's Welsh Rarebit Nightmare” dirilis pada bulan Februari 1908.
Gambar (Grafis)
Animasi grafis adalah variasi dari stopmotion yang lebih konseptual daripada animasi cel tradisional bidang datar dan animasi kertas gambar (cutout). Tapi secara teknis ia termasuk stop motion yang dibuat dengan foto (secara keseluruhan atau sebagian).
Animasi grafis dapat dilakukan dengan kamera hanya panning ke atas dan ke bawah dan / atau difoto secara individu, satu per satu.
Sebuah variasi sederhana animasi grafis disebut juga animasi manipulasi langsung yang melibatkan perubahan frame-by-frame (atau penambahan) gambar grafis tunggal, proses stop motion sampai hanya menghidupkan serangkaian gambar yang kebanyakan orang mengasosiasikan dengan istilah animasi generic.
Contohnya dapat dilihat diyoutube : https://www.youtube.com/watch?v=ElpLLsh-dgM
Jadi Kesimpulan Storyboard dan Stop-motion adalah sebuah jenis dari animasi yang dilengkapi dengan beberapa gerakan khusus yang diketahui animator itu sendiri, tidak sembarangan bisa membuat animasi dengan ketrampilan seadanya, ada beberapa tehnik khusus untuk bisa membuat animasi tersebut yang mencakup dalam prinsip dasar dalam pembuatan animasi, Storyboard dikhususkan untuk pembuatan alur cerita atau sketsa pada animasi gambar atau sebagainya yang sejenis, sedangkan stop-motion adalah gerakan perlahan dan bertahap dari semua gambar gambar yang disusun sedemikian rupa untuk menghasilkan sebuah hasil karya animasi terbaik.
sekian dan terima kasih.